Memahami Thalasemia

Memahami Thalasemia Desember 2018

Memahami Thalasemia Thalasemia adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor genetik dan protein yang ditemukan dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak dapat terjadi secara alami.
Zat besi diperoleh dari bahan melalui sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin dalam sel darah merah mentransfer oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh. Pasien talasemia menderita kadar hemoglobin yang rendah, sehingga kadar oksigen dalam tubuh pasien talasemia juga lebih rendah.
dan agar secepatnya menkonsumsi obat Thalassemia paling ampuh

Ada dua jenis talasemia yang terjadi, yaitu alfa dan beta, yang keduanya mengandung gen berbeda. Thalassemia beta adalah tipe yang lebih umum.
Thalasemia dapat diobati oleh pasien karena kadar oksigen yang lemah dalam tubuh. Beberapa hal yang bisa diderita pasien adalah kelelahan, mudah mengantuk, dan tidak sadar, hingga kesulitan tidur. Selain itu, talasemia dapat menyebabkan kelainan yang ditangani dengan tidak semestinya, kurangnya pertumbuhan, kerusakan pada organ tubuh, gangguan hati, dan bahkan kematian.

Gejala talasemiaGejala thalassemia berbeda untuk setiap orang tergantung pada tingkat keparahan dan jenis thalassemia yang mereka alami. Untuk bekerja secara normal, protein hemoglobin 2 alfa dan 2 protein beta. Deformitas disebut protein alpha-thalassemia, yang disebut anomali dalam protein beta yang disebut beta-thalassemia.
Jika ada banyak mutasi pada materi genetik yang membuat hemoglobin, talasemia akan sangat menyakitkan. Namun, jika mutasi yang terjadi sedikit atau terbatas, maka gejalanya bisa lebih ringan. Dalam kasus yang parah, transfusi darah sering dibutuhkan.

Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan rendah, sesak nafas, kelelahan, dan sakit kuning.
Penyebab thalassemiaTransisi dalam DNA yang menghasilkan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh adalah penyebab seseorang menderita talasemia. Belum jelas mengapa mutasi ini dapat terjadi.Diagnosis talasemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Tetapi untuk mengetahui thalassemia dengan pengalaman, pasien harus melakukan tes DNA.Tes DNA dapat mengukur kadar hemoglobin dan mengukur besi yang ditemukan dalam darah. Selain itu, metode ini juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah seseorang memiliki gen hemoglobin bermutasi.

Skrining bayi selama kehamilan (screening prenatal) berguna dalam memberikan informasi yang dibutuhkan orang tua untuk mempersiapkan diri. Selain itu, skrining dini juga merupakan pengetahuan tentang penyakit genetik lainnya (misalnya anemia sel sabit).
Pengobatan talasemiaThalassemia memungkinkan untuk transplantasi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun, metode yang digunakan tidak cocok untuk semua pasien dengan thalassemia dan dapat menyebabkan banyak komplikasi.

Transfusi darah rutin diperlukan untuk pasien beta-thalassemia, tetapi ini dapat menyebabkan akumulasi zat dalam tubuh. Perawatan dapat dilakukan untuk menghilangkan kelebihan zat besi dalam tubuh menggunakan terapi chelation.
Komplikasi talasemiaRisiko risiko dapat terjadi melalui pemeriksaan medis rutin. Beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi adalah hepatitis, osteoporosis, pubertas terlambat, dan gangguan irama jantung.
http://www.nutrinextherbal.com/obat-thalasemia


Harga Terbaru Lainnya